21/04/14

Rasa sakitku

Guys, aku pengen cerita tentang isi curahan hatiku selama ini. Beberapa minggu ini aku galau banged menjelang Happy anniversaryku 1 st. Tepatnya adalah hari ini, 21 April 2014. Yah, bisa dibilang happy failed anniversary sih. Malu sebenarnya, kisah cinta yang selama ini kubanggakan jadi kandas ditengah jalan. Malam sebelum tanggal hariku jadian tahun dulu dia ke Banjarmasin (Kotaku tinggal). Aku kira dia cuma main-main doang kesini, ternyata esok harinya dia menyatakan rasa cintanya kepadaku. Sedikit tidak percaya karena begitu syok dengan tampang tanpa ekspresi. Tapi, jalinan kisah cinta itu juga berlalu dengan cepat. Dia memutusiku tanpa sebab yang pasti, tanpa alasan dan penjelasan. Hingga sampai saat ini aku tidak mengerti mengapa jadi dia mutusin aku :'(, Mencoba untuk menunggu penjelasan darinya hingga waktupun tiba dimana untuk yang ketiga kalinya kami bertemu dulu datang dengan sangat cepat. Ya, hari ini tiba. Diapun tak kunjung tiba. Mungkin ini memang jalan yang terbaik untuk kami berdua. Semoga kamu bisa mendapatkan seseorang yang bisa membahagiakanmu kelak, begitupun sebaliknya untuk aku. Mungkin udah saatnya untuk aku move on dan membenah diri untuk lebih baik lagi, fokus dengan skripsiku yang tinggal menghitung beberapa bulan lagi untuk maju sidang serta fokus dengan penyakitku ini. Ya, penyakit yang menyerang tubuhku dalam 2 bulan ini. Semenjak kepergian kakek, akupun sakit-sakitan, daya tahan tubuhku menurun dan drop untukyang kesekian kalinya. Yang aku bingungkan, kenapa benjolan di leher ini tidak sembuh-sembuh dan malah bertambah disisi leher bagian lain. Aku kira itu hanya masuk angin biasa. Angin yang membatu karena keseringan masuk angin. Tapi ternyata selama seminggu benjolan itu tidak hilang-hilang. Akupun mengadu kepada mama, menanyakan hal itu. Selama 3 minggu, benjolan itu tidak kunjung sembuh, padahal sudah dibawa ke tukang urut. Tukang urut itu bilang benjolan itu adalah angin yang membatu. Aku berpikir dalam hati, mungkin karena aku keseringan begadang mengerjakan skripsi. mencoba untuk berpikir positif. Selang waktu beberapa hari, benjolan itu terasa sakit disalah satu sebagiandari ketiga benjolan tersebut. Badanku panas dan menggigil. Mamapun membawa pergi ke dokter dekat rumah. Kebetulan dokter itu adalah dokter umum yang biasa melayani orang sakit disekitar tempat tinggalku. Dia adalah Dokter Budi. Setelah diperiksakan kata dokter benjolan ini bukan angin, melainkan infeksi. Dokter bilang semoga ini bukan infeksi paru-paru. Dokterpun memberikan resep obat antibiotik untuk menghilangkan rasa sakit yang ada di leheri ini. Dokter bilang kalo aku minum antibiotik ini sakitnya hilang, berarti aku tidak kenapa-napa, tapi kalau misalkan sakit ini belum reda juga berarti ada infeksi lain yang menyerang leherku. Ya Allah, betapa sakitnya aku mendengar penjelasan dokter. Tapi, aku tidak mau kalah dengan rasa sakit ini, aku terus-menerus untuk minum obat, berusaha untuk sembuh. Aku berpikir, dokter itu bukan dokter ahli spesialis dalam, beliau hanya dokter umum.Tapi nyatanya, rasa sakit ini tak kunjung reda. Mamapun membawaku ke dokter umum lagi, tapi bukan dokter yang kemarin, melainkan dokter Haitami. Setelah diperiksa, dokterpun bilang bahwa aku harus di rontgen dibagian thorax san pulmo. Dokter juga menanyakan apakah di rumah ada yang batuk ? Akupun bilang tidak ada. Kata dokter takutnya ini adalah infeksi paru-paru yang menyerang kelenjar di leherku. Mamapun menanyakan, kelenjar apa yang dimaksud beliau. Beliau mengatakan bahwa itu adalah kelenjar getah bening. Seperti biasa yang dilakukan oleh dokter-dokter adalah memberikan resep obat dan surat pengantar untuk rontgen. Akupun tak kuasanya menahan tangis dan kamipun pamit untuk pulang. Subhanallah setelah nebus obat di apotek, ternyata obat yang dianjurkan oleh Dokter Haitami itu rasanya pahit banged. Baru kali ini seumur hidup minum obat sepahit ini. Setelah seminggu minum obat, rasa sakitpun juga tak kunjung reda. Akhirnya mama membawaku untuk rontgen, dan hasil rontgennyapun normal. Kamipun bingung, sudah banyak minum obat antibiotik tapi kenapa rasa sakitnya belum kunjung reda. Akhirnya mama untuk yang ketiga kalinya membawaku ke dokter. Tapi, kali ini beda. karena dokter yang kami kunjungi untuk berobat adalah Dokter spesialis dalam, namanya Dokter Wiwit. Subhanallah antriannya naudzubillah, begitu sabarnya mama membawaku untuk berobat agar lekas sembuh. Pertanyaan Dokter Wiwit sama persis dengan Dokter Haitami, apakah ada yang batuk-batuk di rumah ? untuk yang kedua kalinya kami katakan "TIDAK". Dokter bilang benjolan yang ada di leher ini disebabkan karena virus yang menyerang kelenjar dan paru-paruku. Namanya Limfadensitis Tuberkulosis. Dokter bilang itu adalah kelenjar TBC. Lagi-lagi aku mengeluarkan air mata yang tak tahan terbendung dipelupuk mata. Aku tidak percaya dengan apa yang dikatakan dokter. tapi, Dokter Wiwit adalah dokter spesialis dalam. Tidak mungkin rasanya dokter berbohong dengan nada suara setegas itu untuk memfonis seorang pasein. Kata dokter hasil rontgen itu kebanyakan normal, karena penyakit ini susah terdeteksi. Dokterpun memberikn resep obat dan memberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Sari Mulia untuk memeriksakan benjolan yang ada di leher ini. Kata dokter kelenjarnya ini harus segera diambil untuk mengetahui apakah penyakitku ini spesifik atau non spesifik. Bila benar-benar positif bahwa aku terserang penyakit itu, maka aku haru di operasi. kelenjarku harus diangkat Aku benar-benar tidak mengerti. Speechleess...
Seminggu minum obat, rasa sakitnya belum kunjung reda. Sakitnya ketika aku mulai lelah, napsu makanku selalu hilang ketika merasakan sakit itu. Aku selalu berdoa agar penyakit ini bisa segera disembuhkan. :( Tepat 2 bulan aku menderita sakit ini. Kemarin mama membawaku ke RS atas dasar dari rujukan Dokter Wiwit. Dan hari ini adalah hari dimana aku harus periksa, dan kelenjarku diambil untuk didiagnosa oleh bagian Laboratorium disana. Deg-degan rasanya ketika dokter harus mengambil kelenjar di leher ini dengan jarum suntik. Sungguh sakit sekali. Apalagi tidak ada mama disampingku saat itu, karena aku harus masuk sendirian ke dalam ruangan. Dokter mencoba untuk meyakinkan aku bahwa ini tidak sakit, hanya seperti sakit digigit semut. Aku hanya terdiam dan menoleh ke arah saku baju dokter. Namanya adalah Dokter Ika. Hari ini aku menahan dua rasa sakit. Yang pertama rasa sakitku karenamu dan yang kedua rasa sakit tentang penyakitku. Dokter Ika bilang aku belum boleh pulang, karena dokter mau lihat sel-selnya dulu apakah tadi dapat terambil atau tidak ketika di check nanti. Setelah menunggu beberapa menit, akupun diperbolehkan untuk pulang dan mengambil hasil diagnosanya jam 7 malam. Aku tidak diperbolehkan mama untuk kelelahan lagi dan harus banyak istirahat. aku mikir, kalau aku istirahat terus, bagaimana dengan skripsiku yang hari senin depan harus dikonsulkan? :( Seminggu itu waktuyang sangat cepat untuk deadline Bab 4 :'( . 
Malampun tiba, aku mengurungkan niatku untuk ikut pergi dengan mama ke RS untuk ngambil hasil diagnosanya. Karena aku takut melihat kenyataan yang nantinya akan terjadi. Aku berdoa semoga nanti apapun hasilnya aku masih tetap bisa tersenyum. Dan ternyata setelah dibaca, aku positif terkena penyakit Limfadensitis Tuberkulosa. Aku hanya bisa menangis dalam hati. Karena aku janji kepada diriku sendiri untuk tetap kuat menjalaninya dihadapan mama. Setelah ini tidak tahu apa yang harus dilakukan, karena aku disuruh untuk kembali lagi ke Dokter wiwit untuk menanyakan tindakan apa yang setelah ini dilakukan. :(

21-04-2014



Kisah Seorang Wanita

Selamat malam guys,

Aku punya cerita. Ini bukan sebuah rekayasa, tapi ini nyata.

Cerita tentang seorang wanita yang masih menunggu kedatangan kekasihnya. Ya, kekasihnya dulu.
Entah betapa sayangnya seorang wanita itu kepada kekasih yang telah pergi meninggalkannya. Masih berharap untuk dapat bertemu dengannya walau hanya mengucapkan satu kata. Satu kata yang mungkin masih bisa untuk membuat hatinya lega. Hingga tiba saatnya dimana kesempatan mereka untuk yang ketiga kalinya bertemu dulu terngiang diingatannya. Ya, pertemuan singkat yang selalu ia banggakan. Mencoba untuk melupakan, namun wanita itu masih saja mengingat kenangan yang tidak mungkin pernah ia lupakan untuk seumur hidupnya. Wanita itu menunggu diujung jalan kerinduan. Tapi, kekasihnya itu tak kunjung tiba. Wanita itupun menyerah, dan memutuskan untuk tidak menunggu dan mengharapkannya kembali lagi. Lalu, wanita itu berpikir, mungkin ia memang bukan yang terbaik untuk kekasihnya. Begitupun sebaliknya. Semoga ini menjadi jalan yang terbaik untuk berpisah dengannya. Menjalani hidup masing-masing tanpa adanya luka.
Ia ucapkan selamat tinggal...

21-04-2014

29/03/14

Miss My Granpaa :(

Hai guys, lama tidak bersua. Bagaimana kabar kalian ? Aku harap baik-baik saja.
Blog ini sekarang jadi tidak terjamah lagi semenjak sibuk garap skripsi. Sudah lama tidak nulis dan cerita ke kalian guys. Selama 3 bulan sampai dipenghujung akhir Maret ini banyak hal yang ku lalui. Galau, sedih, suka, duka, tangis, dan tawa gembira yang aku rasakan. Semoga kalian tidak bosan mendengarkan curahan hatiku.

Guys, aku kehilangan banyak sekali orang yang aku sayangi. Mulai dari pacar yang tahun lalu menemaniku hingga keluarga dan sahabatku. Kurang lebih satu bulan ini kakekku berpulang ke Rahmatullah, aku tidak bisa menggambarkan betapa kehilangannya aku, hingga sampai saat ini aku masih teringat kenangan-kenanganku bersama kakek. Beliau adalah seseorang yang sangat kuat, hingga sampailah takdir untuk memisahkan kami semua. Beliau tidak pernah mengeluh, bahkan detik terakhirku bersama beliaupun, beliau tidak ingin mengeluhkan sakit yang dideritanya. Kakek sudah tua, maklum sakit-sakitan. Tapi, kakek bukan orang yang ingin menyusahkan orang-orang yng didekatnya. Yang aku sedihkan kenapa kakek harus pergi begitu cepatnya ? kenapa harus dalam keadaan yang seperti itu ? kenapa kakek meninggal di saat anaknya sedang tidak berada disisi beliau ? Seandainya waktu bisa berputar, aku ingin merawat kakek lebih lama lagi, aku menyesal karena aku terlalu sibuk dengan kuliahku di semester akhir ini, sampai-sampai aku tidak terpikir bahwa kakek perlu perhatian lebih di saat menjelang akhir usianya.

Banyak hal yang aku takutkan ketika kakek ditinggal pergi nenek yang selama ini kami rawat dirumahku selama berbulan-bulan. Semenjak itu kakek mulai ngelantur bicara, walau memang harus dimaklumi fungsi organ ditubuh kita makin tua makin sulit untuk berfungsi. Selain itu, tanggal 20 Januari 2014 kemarin, kakek baru saja kehilangan rumahnya. Rumah kakek di kampung sana kebakaran, dan parahnya lagi pada saat kejadian itu, kakek dan bue (adik kakek/ kakek anum) sedang berada di rumah itu. Panjang ceritanya. :( Alhamdulillah kakek dapat diselamatkan, tanpa ada luka atau cacat sedikitpun, berbeda dengan bue yang  terkena luka bakar akibat api yang menyerang ke tubuhnya. Hanya saja rumah yang selama ini bertahun-tahun kakek diami dengan nenek ludes di lahap api. Tapi, aku masih bersyukur karena kedua kakekku itu masih hidup dan selamat. Semenjak kejadian itu, aku semakin ekstra untuk menjaga kakek, karena melihat dari psikis kakek yang terguncang karena harta benda sudah tidak dapat terselamatkan lagi, untuk itu aku, abah dan mama berusaha sekuat mugkin agar kakek tidak mengingat kejadian itu lagi. Namun, kakek tidak henti-hentinya bersyukur karena masih bisa diberikan kesempatan untuk berkumpul lagi bersama kami di rumah (Banjarmasin). 

Dua hari sebelum kakek meninggal, kakek sakit, tapi waktu itu aku tidak sedang berada di rumah full seharian. Kakek sedang diare, hingga disaat kakek sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri, kakekpun tidak dapat menahan dan puff di lantai. Aku memang tidak menyaksikan kejadin itu, karena waktu itu aku sedang tidak berada full seharian di rumah. Yang aku banggakan, aku masih punya abah yang bertanggung jawab terhdap orangtua semata wayangnya itu. Abahlah yng membersihkan kotoran dari tubuh kakek. Selama ini abahlah yang merawat kakek dan nenek di rumah selama 2 tahun belakangan ini. Karena abah tidak punya sanak saudara, jadi abah sendiri yang merawatnya dengan tanpa pamrih. Malam sebelum kakek meninggal, aku pulang dari kost teman hampir larut malam, waktu itu aku sedang sibuk untuk menyiapkan segala keperluanku serta teman-teman yang besoknya maju seminar proposal, kebetulan aku maju sempropnya hari rabu setelah mereka, jadi ya harus bantu mereka untuk mempersiapkan semuanya. Setelah sampai rumah, aku langsung disuruh mama untuk pergi ke kamar kakek, karena kake sedang sakit. Aku lihat kakek sedang kedinginan, akupun langsung menyelimuti kakek dengan selimut dan menghangatkannya dengan minyak kayu putih. Pada saat itu, ku sudah mikir hal yang aneh-aneh. Aku berharap, pada saat aku wisuda nanti, kakek masih bisa melihatku dan berdiri disampingku nanti. Akupun berpikir dalam hati, apa sebaiknya aku tidur sama kakek pada malam itu. Ahhh, sudahlah. Akupun mengurungkan niatku untuk tidak tidur bersama kakek pada malam hari itu. Dan nyatanya aku sungguh menyesal, kakek begitu cepatnya meninggalkan kami semua pada pagi hari itu. Dihadapan kepalaku sendiri kakek meninggal. Waktu itu hanya ada aku dan mama. Karena abah sehari sebelum kakek pergi abah berangkat ke Surabaya untuk menemui kakak kandungku yang sedang sendirian disana sama ponakanku. Kebetulan kakakku juga sendirian di rumah, suaminya sedang pergi dinas ke luar kota. Karena abah khawatir dengan keadaan kakak disana, abahpun berangkat ke Surabaya satu hari sebelum kakek meninggal. Sangat disayangkan sekali, abah untuk yang kedua kalinya tidak menghadapi kejadian seperti ini. Dulu nenek, sekarang kakek :( Tapi, untunglah pas kejadian itu, abah langsung pulang ke Banjarmasin dan masih sempat untuk menyolatkan almarhum kakek, walau tidak sempat melihat wajah kakek untuk yang terakhir kalinya. Hingga sampai saat ini kami masih merasa kehilangan kakek, andai waktu itu aku tidur di kamar bersama kakek, mungkin kakek masih bisa minta pertolongan kepadaku. Tapi, itu sama sekali tidak terjadi, karena ini sudah jadi suratan takdir untuk kami semua. Semoga kakek tenang di alam sana, karena aku yakin kakek pasti masuk surga. Karena Allah sayang kepada kakek. We Miss You Granpaa :)
We Always Love you...

Banyak sekali yang masih ingin ku ceritakan sebenarnya guys. 
Mungkin lain kali. Sampai disini dulu, aku janji nanti aku bakalan cerita lagi. :)

04/01/14

Bukan Inginku


Dear blogger…
Pedih, sakit, kecewa…
Hanya itulah yang tersisa. Kenanganpun tak mampu mengalahkan rasa pedih, sakit dan kecewa yang kau percikkan untukku. Seseringkali aku bertanya dalam hati. Seseringkali aku menghela napasku dalam-dalam. Seseringkali ku usap air mata yang mengalir di pelupuk pipi dengan kedua tanganku sendiri. Seseringkali aku menyalahkan waktu dan keadaan yang sama sekali tidak bersalah. Seseringkali aku menutupi kesedihan ini dengan tawa dan candaku. Seseringkali aku menangis dalam diam. Seseringkali aku merindumu dan seraya memanggil namamu. Seseringkali aku berdoa agar kau kembali kepadaku. Semua yang aku lakukan berujung sia-sia. Tak ada jawaban darimu. Sekedar untuk menoleh dan menanyakan keadaankupun kau tak peduli. Mungkin kau lebih memilih sahabat-sahabat yang selalu ada untukmu. Sahabat yang selalu ada disampingmu. Sahabat yang selalu kau ceritakan. Sahabat yang selalu kau banggakan. Sahabat yang lebih mengenalmu terlebih dahulu sebelum kita berdua dipertemukan. Ya, mereka yang sangat kau sayangi. Kini aku bukanlah seseorang yang lebih dimatamu, atau aku memang bukan seseorang yang lebih dimatamu. Entahlah. Kamu memang bukan satu-satunya milikku. Jadi, aku tidak berhak melarangmu untuk memilih dan mengambil keputusan. Sangat ku hargai keputusanmu. Tapi, bukan seperti ini cara yang aku mau. Berikanku alasan yang jelas mengapa kau pergi jauh dn meninggalkan hatiku…

31/12/13

Terimakasih 2013, Selamat datang 2014

Entah kenapa hari ini dan malam ini aku senang banged, padahal deadline proposal tinggal 2 hari lagi. Harus mati-matian ngerjakannya di malam ini (malam tahun baru). Tapi, aku enjoy aja ngehadapinnya, seperti tidak ada beban untuk hari ini, padahal kemarin" ngerasa banged dibebaninnya. Kenapa ya ? apa karena malam ini malam pergantian tahun ? Oleh sebab itu aku jadi semangat lagi untuk ngejalanin hidup...:)
Masalalu biarlah berlalu, tetap dikenang, karena tanpa masalalu takkan ada masa depan. Sekarang yang harus dihadapi adalah menatap masa depan, ya...masa depan yang lebih cerah. 5 cm tepat didepan kening ini. Tahun baru, tantangan baru, tujuan baru, optimisme baru, pendekatan baru, misi baru, resolusi baru, berharap semuanya akan lebih baik lagi, di awal tahun 2014 ini. Aku berharap di awal tahun 2014 ini  :

1.  Dimudahkan dalam segala urusan (keluarga, kuliah, organisasi, kerja, jodoh dll)
2.  Lebih bisa nurut lagi sama ortu, patuh dan berbakti sama kedua orangtuku (mama, abah)
3.  Masih bisa bersama-sama orang" yang sangat aku cintai: mama, abah, kai, aa dan kaka.
4.  Menjadi anak yang sholehah, tidak membangkang
5.  Rela berkorban demi keluarga
6.  final test untuk semester 7 lancar (rekosan)
7.  Nilai semester 7 bagus"
8.  Seminar proposal lancar
9. Garap skripsi lancar
10. Sidang skripsi nanti lancar
11.Lulus 3,8 atau 4 tahun
12. Dapat beasiswa tahun ini
13. Organisasi PIK-Ma Unlam bisa menjadi panutan bagi masyarakat sekitar
14. Mendapatkan seseorang yang nantinya akan menjadi pendamping seumur hidup dan matiku
15. Mendapatkan pekerjaan yang halal nantinya setelah lulus nanti
16. Lebih bisa peka terhadap keadaan sekitar
17. Lebih semangat jadi tentor di bimbel
18. Bisa menghandle waktu sendiri
19. Bisa nguasain ego sendiri
20. Cepat dan tanggap dalam mengambil suatu keputusan
21. Lebih semangat lagi menulisnya
18. Tetap semangat untuk berkarya
19. Tetap semangat dalam mencari dan menciptakan inspirasi
20. Berjuang untuk hidup, cinta dan untuk sahabat sejati


TERIMAKASIH 2013, ATAS SUKA DAN DUKANYA. WAKTU DAN PENGALAMAN SANGAT MEMBUATKU BERARTI AKAN HIDUP YANG SELAMA INI AKU JALANI. SELAMAT DATANG 2014, MELANGKAHLAH BERSAMAKU MERAIH CITA DAN CINTA

22/10/13

Kecewa itu pasti ada

Hmm,,,udah lama gag nulis, gara-gara disibukkan dengan segala macam urusan yang lebih penting. perkuliahan, PPL 2, seminar. Banyak hal yang harus dipikirkan, semua pikiran kebagi-bagi rasanya. Tenaga terkuras (semacam lebay). Belum lagi Desember akhir tahun ini sudah penelitian skripsi. Belum siap rasanya :(. Tapi, untungnya skripsi tahun ini dibiayaian oleh perusahan, karena harus kerja sama dengan pihak perusahaannya. :) Okelahhh,, bismillah, fighting, pasti bisa :)

Hmmm,,,lagi galau berat nih guys. Gag tau bingung ngejelasinnya gimana :(
Harus gimana lagi juga bingung dengan status ini. Seperti ada sesuatu hal yang disembunyikan dariku. Entah itu apa. Aku tak dapat dan taki ngin menebaknya. Benar-benar galau mampus. Lagi mengalami masa-masa sulit akhir ini. Banyak hal yang harus dikorbankan. Tapi, bukan masalah korban perasaan. Masih tetap berjuang dengan perasaan ini, walau tidak tahu apa yang ia lakukan sekarang, dimana keberadaannya aku tidak tahu. Tidak ada kabar, menghilang dari pandangan dan pengawasanku. Sebulan lebih tidak mendengar senandung cinta dari sang pujangga. Jangankan itu, smskupun tak ia hiraukan. Aku bingung. Kini ia berubah, diluar dugaan. Bukan ini yang ku inginkan. Aku memang sibuk, tapi bukan berarti aku tak menghiraukannya, bukan pula aku tak ingin diganggu. Sesibuk apapun itu aku tetap menghubunginya, mengabari keberadaanku disini. Berbanding terbalik dengannya. Aku sungguh kecewa. Disaat-saat seperti ini aku memerlukan suntikan semangat darinya. Tapi,yang ku harapkan tak kunjung datang. Benar-benar kecewa. Keberadaanku dihidupnya kini seperti tak dianggap. Seolah-olah tak berharga lagi dimatanya.

Nomor ponselmu kenapa gag diaktifin ? kamu dimana ? apa yang salah dariku hingga membuatmu jauh dariku :( Jangan membuatku uring-uringan menunggumu disini..pikiranku tak karuan, hatiku bertanya-tanya. Sedang apa kamu disana ? Tak bisakah kamu luangkan waktu untukku sebentar saja, menengok ke arahku, mencari tahu keberadaanku disini. Cobalah mengerti dengan keadaan kita. Aku harap kamu mengerti

09/09/13

Galau mampus


Hai guys, lama gag ngapdet nih, jadi kudet deh semenjak disibukkan dengan segala macam urusan perkuliahan di semester 6, padahal baru semester 6 lho, belum lagi ngerasain semester 7 yang sibuknya minta ampun, PPL 2 lah,,,seminar lah,,,berkutat dengan RPP lagi tiap malamnya !!! Begini ya perjuangannya kalo jadi guru ?
Tau gag guys ? (mau tau, apa mau tau banged ?)
Tadi tuh ya dikampus, rempongnya minta ampuuuuuun dehhhhhh ngurusin pendaftaran PPL 2, padahal belum masuk semester 7 tuh, baru awal aja udah rempong banged, ngeddd, ngeddd,,,
Inilah itulah,,,,,gag bisa ngdeskripsiin rempongnya kayak gimana deh, deskripsiin aja sendiri....... #Loh ?
Gag bisa ngebayangin deh ntar kalo ngajar PPL 2 kayak gimana disekolah, gimana ya rasanya ? yang pasti sikonnya beda dari yang biasanya aku ngajar private di rumah. Bisa gag ya nghadapin berpuluh-puluh anak murid yang karakternya belum tentu sama satu sama lain ? Bisa gag ya kira-kira tiba-tiba nguasain bahan ketika diminta gurunya untuk ngajar karna ada urusan lain yang harus dikerjakan diluar sana ? Gag bisa ngebayangin >,< #yawn
Ya Allah, mudahkanlah hamba dalam segala urusan disemester 7 nanti yang pastinya akan banyak lagi rintangan dan pengalaman-pengalaman baru datang menghampiri. (woiiii Allah gag twitteran kali) :’’
Di semester 7 udah gag ada mata kuliah lagi yang wajib di ambil, cuma PPL 2 sama Seminar Pendidikan Biologi doang, sebenarnya mau ngajuin skripsi tahun ini sih bisa, tapiiiii ada sesuatu hal yang gag bisa aku jelasin disini, yang pastinya bikin aku sedih banged L tapi ya gag papa lah, toh itung-itung mau ninggin IPK dulu, biar ntar lulus na kumlodd (salah ya tulisan na ?) :D
Gag usah bersedih hati berlarut-larut deh, aku tahu aku kuat. Mungkin ini awal dari kesuksessan aku nantinya, ambil hikmahnya aja, lebih banyak belajar lagi, segala sesuatunya gag bisa didapatkan secara instan kan ? perlu usaha dan ikhtiar. Nikmati dan jalani saja apa yang telah di takdirkan untuk kita, karna kamu takkan bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan, jika kamu hanya memikirkan apa yang tak pernah bisa kamu dapatkan dink, ingat itu !
Percayalah, Allah takkan pernah terlambat dalam memberi pertolongan, yang penting kamunya sabar dan percaya dink, dan segalanya pantas tuk ditunggu J
Skripsi bisa diambil disemester depan (semester 8), tapi ya tetep mulai dari sekarang ngrampunginnya. Ayooooo, semangat. Hanya dimulai dari diri sendiri kamu bisa bangkit dink !!!
Welcome to graduate 7, Bismillahirrahmannirrahim. I’m ready.