Dear
blogger…
Pedih,
sakit, kecewa…
Hanya
itulah yang tersisa. Kenanganpun tak mampu mengalahkan rasa pedih, sakit dan
kecewa yang kau percikkan untukku. Seseringkali aku bertanya dalam hati. Seseringkali
aku menghela napasku dalam-dalam. Seseringkali ku usap air mata yang mengalir
di pelupuk pipi dengan kedua tanganku sendiri. Seseringkali aku menyalahkan waktu
dan keadaan yang sama sekali tidak bersalah. Seseringkali aku menutupi
kesedihan ini dengan tawa dan candaku. Seseringkali aku menangis dalam diam. Seseringkali
aku merindumu dan seraya memanggil namamu. Seseringkali aku berdoa agar kau
kembali kepadaku. Semua yang aku lakukan berujung sia-sia. Tak ada jawaban
darimu. Sekedar untuk menoleh dan menanyakan keadaankupun kau tak peduli. Mungkin
kau lebih memilih sahabat-sahabat yang selalu ada untukmu. Sahabat yang selalu
ada disampingmu. Sahabat yang selalu kau ceritakan. Sahabat yang selalu kau
banggakan. Sahabat yang lebih mengenalmu terlebih dahulu sebelum kita berdua
dipertemukan. Ya, mereka yang sangat kau sayangi. Kini aku bukanlah seseorang
yang lebih dimatamu, atau aku memang bukan seseorang yang lebih dimatamu.
Entahlah. Kamu memang bukan satu-satunya milikku. Jadi, aku tidak berhak
melarangmu untuk memilih dan mengambil keputusan. Sangat ku hargai keputusanmu.
Tapi, bukan seperti ini cara yang aku mau. Berikanku alasan yang jelas mengapa
kau pergi jauh dn meninggalkan hatiku…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar