03/08/12

Good Bye 3 Agustus


Gag terasa sudah 3 Agustus lagi. Tanggal dimana aku memutuskan untuk sendiri, sendiri dalam kesunyian yang teramat dalam. Mereguk segala peristiwa pahit yang pernah ku alami. Manis pahitnya cinta yang kurasakan membuatku belajar dari suatu pengalaman. Ya,,belajar dari pengalaman yang membuatku semakin berhati-hati. Tapi nyatanya, ketika ku mulai bangkit, melepas segala peristiwa pahit yang mencekau, aku kembali jatuh. Tidak hanya sekali, namun dua kali dalam setahun ini. Yang pertama adalah Fa yang tak nyata dikehidupanku. Hati ini geram saat perasaanku dipermainkan olehnya. Namun aku berusaha ikhlas saat itu, agar sakit ini tidaklah abadi. Hingga aku benar-benar menemukan seseorang yang membuatku luluh, seseorang yang ternyata baru saja ku sadari bahwa dia adalah orang yang juga salah untuk ku cintai. Bodoh. Memang bodoh sekali aku ini. Selalu hidup diatas kepercayaanku sendiri. Mencoba untuk berhati-hati, dan ternyata masih saja tersakiti. Sakit karena olahku sendiri. Mencoba untuk  jadi yang terbaik, akan tetapi tak ada satupun yang mau menerima segala kekuranganku. Mungkin aku hanya wanita bodoh yang selalu mengharap cinta dari orang lain. Mengemis bahkan  rela kehilangan harga diri. Ketika seseorang yang dicintai berubah, aku masih saja mempertahankan perasaan ini. Selalu berpikir bahwa aku adalah orang yang pantas untuknya dan sebaliknya. Menunggunya sejenak, membuktikan apakah dia dan hatinya tulus kepadaku….dan ternyata, lagi lagi aku meneguk kekecewaan untuk  yang kesekian kalinya.
Lelaki memang mudah sekali berkata-kata, hingga kaum hawapun terbuai dan mempercayai segala apa yang diucapkan ataupun yang tertulis. Seharusnya dari dulu aku sadar bahwa tak ada cinta dihatimu. Kalau saja kamu memang tulus dengan perasaanmu, kamu pasti mempertahankan perasaanmu itu kepadaku dan selalu ada disampingku untuk mendukungku ke arah yang lebih baik. . Tapi ternyata selama ini aku salah. Kamu lebih memilih mundur dan menyerah untuk perasaanmu itu. Terkadang keegoisan seseorang mengalahkan sebuah ketulusan dihatinya. Jujur saja, sepenuhnya hatiku terluka karena kamu memang tidak menginginkanku. Tak dapat kupungkiri bahwa hatiku terluka. Sadarkah bahwa kao menyakitiku ? Sadarkah kao selama ini ? Tak bisakah kao menerima segala kekuranganku ? Tak bisakah kita memulainya dari awal lagi ? Seegois itukah hati yang kao miliki ? Aku memang tak bisa mengelak. Ini adalah keputusanmu, dan aku harus terima itu. Aku juga tak bisa membencimu begitu saja, karena ini semua bukan salahmu, akulah yang memilihmu, tapi kurasa perasaan ini hanya cukup sampai disini. Untuk apa mengejar orang yang tak ingin dikejar. Aku harus membuang perasaanku jauh-jauh. Ku kan mencoba berbesar hati melepas kao pergi bahagia tidak denganku. Ku terima kenyataan ini walau terasa pahit, akan ku kenang sendiri…
Good Bye Cinta semu…Good Bye 3 Agustus…Tutup Buku Lama…Buka lembaran baru J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar