Gag terasa sudah 3 Agustus lagi.
Tanggal dimana aku memutuskan untuk sendiri, sendiri dalam kesunyian yang
teramat dalam. Mereguk segala peristiwa pahit yang pernah ku alami. Manis
pahitnya cinta yang kurasakan membuatku belajar dari suatu pengalaman. Ya,,belajar
dari pengalaman yang membuatku semakin berhati-hati. Tapi nyatanya, ketika ku
mulai bangkit, melepas segala peristiwa pahit yang mencekau, aku kembali jatuh.
Tidak hanya sekali, namun dua kali dalam setahun ini. Yang pertama adalah Fa
yang tak nyata dikehidupanku. Hati ini geram saat perasaanku dipermainkan
olehnya. Namun aku berusaha ikhlas saat itu, agar sakit ini tidaklah abadi.
Hingga aku benar-benar menemukan seseorang yang membuatku luluh, seseorang yang
ternyata baru saja ku sadari bahwa dia adalah orang yang juga salah untuk ku
cintai. Bodoh. Memang bodoh sekali aku ini. Selalu hidup diatas kepercayaanku
sendiri. Mencoba untuk berhati-hati, dan ternyata masih saja tersakiti. Sakit
karena olahku sendiri. Mencoba untuk
jadi yang terbaik, akan tetapi tak ada satupun yang mau menerima segala
kekuranganku. Mungkin aku hanya wanita bodoh yang selalu mengharap cinta dari
orang lain. Mengemis bahkan rela
kehilangan harga diri. Ketika seseorang yang dicintai berubah, aku masih saja
mempertahankan perasaan ini. Selalu berpikir bahwa aku adalah orang yang pantas
untuknya dan sebaliknya. Menunggunya sejenak, membuktikan apakah dia dan
hatinya tulus kepadaku….dan ternyata, lagi lagi aku meneguk kekecewaan untuk yang kesekian kalinya.
Lelaki memang mudah sekali
berkata-kata, hingga kaum hawapun terbuai dan mempercayai segala apa yang
diucapkan ataupun yang tertulis. Seharusnya dari dulu aku sadar bahwa tak ada
cinta dihatimu. Kalau saja kamu memang tulus dengan perasaanmu, kamu pasti
mempertahankan perasaanmu itu kepadaku dan selalu ada disampingku untuk
mendukungku ke arah yang lebih baik. . Tapi ternyata selama ini aku salah. Kamu
lebih memilih mundur dan menyerah untuk perasaanmu itu. Terkadang keegoisan seseorang
mengalahkan sebuah ketulusan dihatinya. Jujur saja, sepenuhnya hatiku terluka
karena kamu memang tidak menginginkanku. Tak dapat kupungkiri bahwa hatiku
terluka. Sadarkah bahwa kao menyakitiku ? Sadarkah kao selama ini ? Tak bisakah
kao menerima segala kekuranganku ? Tak bisakah kita memulainya dari awal lagi ?
Seegois itukah hati yang kao miliki ? Aku memang tak bisa mengelak. Ini
adalah keputusanmu, dan aku harus terima itu. Aku juga tak bisa membencimu
begitu saja, karena ini semua bukan salahmu, akulah yang memilihmu, tapi kurasa
perasaan ini hanya cukup sampai disini. Untuk apa mengejar orang yang tak ingin
dikejar. Aku harus membuang perasaanku jauh-jauh. Ku kan mencoba berbesar hati
melepas kao pergi bahagia tidak denganku. Ku terima kenyataan ini walau terasa
pahit, akan ku kenang sendiri…
Good Bye Cinta semu…Good Bye 3
Agustus…Tutup Buku Lama…Buka lembaran baru J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar