14/01/12

S, Z, A, A, H, B, F, I, Z, O, E, I, A, A

Dear Syabib...
Aku memang tidak ada urusan denganmu, dan akupun tak ingin kamu tahu tentang perasaanku dulu kepadamu. Ya, dulu, Dulu ketika ku menuliskan sebuah perasaan itu hanya lewat sebuah novel yang ku buat sendiri untukmu. Kini novel itu telah hilang, hilang bersama rasa suka ku kepadamu. Dan hingga sampai detik ini perasaan itu ternyata hanya sekedar layaknya sebagai pengagum rahasia 5 tahun yang lalu.

Dear Zheeya...
Entahlah, apakah namamu masih melekat dihati ini atau tidak, yang pasti hatiku sakit ketika kao lebih memilihnya daripada aku. Aku terlalu berharap untuk memilikimu. Dan aku sudah terlalu jauh mengenalmu, aku seperti kao campakkan begitu saja, hingga akhirnya aku mencoba untuk pergi dari kehidupanmu. Aku memang biasa saja dibandingkan dengannya, dan aku berpikir bahwa aku memang tidak pantas mendapatkan hatimu. Dan aku sadar kaolah cinta pertama dalam hidupku. Cinta karena Allah, atau biasa ku ucapkan dengan kalimat Ana Uhibbukum Ilaik lewat hamparan luasya langit yang dingin. Hingga akhirnya lama kelamaan kaopun mengetahuinya. Ya, kao pasti telah mengetahui isi perasaanku selama ini. Karena selama ini aku memang belum sempat untuk mengatakannya secara langsung kepadamu. Beribu – ribu kalimat, beribu – ribu tulisan tentangmu di buku usang ini. Buku usang berwarna biru yang masih kusimpan bersama robekan poto wajahmu. Di buku usang berwarna biru itulah yang menjadi saksi bisu tentang perasaanku kepadamu. Semua hal yang berhubungan denganmu masih ku ingat sampai sekarang, dari namamu, tanggal lahirmu, nomor hapemu yang entahlah sampai saat ini apakah masih bisa tersambung atau tidak. Hingga wajahmu, walaupun aku belum pernah melihat sosokmu di kehidupan nyata ini. Disini aku hanya ingi minta maaf, maafkan atas kesalahan atau tutur kataku yang mungkin pernah melukai hatimu, sekali lagi aku minta maaf...Dan izinkan aku untuk mengungkapkan rasaku yang dulu sebelum kao memilihnya untuk menjadi tambatan hatimu. Dengarkan ini baik – baik. Aku mencintaimu karena Allah, dan mulai saat ini aku rela jika harus kehilanganmu untuk selama – lamanya. Karena aku tahu, bahwa perasaan ini hanyalah di titipkan oleh Sang Maha Kuasa saja.

Dear Azhari…
Berkali – kali kao menyatakan rasa kepadaku, berkali – kali juga ku membuatmu hingga menunggu lama. Dan tanpa pikir panjang akupun menerimamu sebagai pangeran pengisi relung hatiku. Tapi ternyata aku salah, aku sudah mencoba segenap hatiku untuk mencintaimu, tapi ku tak bisa. Pada saat itu aku masih berhubungan baik dengannya. Ya, dengan Zheeya. Maafkan aku atas keputusanku ini kepadamu. Aku memang pantas disebut wanita jahat. Alasanku yang tak masuk akal yang membuat mulut dan hatimu geram kepadaku. Aku membuangmu begitu saja dengan alasan yang tak logis didengar. Andai kao tahu alasan itu hanya dusta. Dusta yang menganga… Aku tidak bisa membohomgi hatiku, bahwa aku benar – benar mencintainya karena Allah. Ya mencintai Zheeya, sesosok ikhwan yang aku dambakan. Namun, aku menyesal karena telah membuangmu jauh. Hingga kao benar – benar tidak bisa melupakan kejadian itu. Aku sadar cinta itu tidak bisa di paksakan. Dan akupun tidak mungkin untuk meminta agar Zheeya kembali padaku saat itu. Di tahun kedua ku menjalin persahabatan semu dengannya, akupun merasakan seperti yang kao rasakan dulu ketika ku membuangmu. Andai saja kao masih memintaku untuk kembali ke pangkuanmu, mungkin aku akan segera mengiyakan dan takkan pernah ku lepaskan, karena aku tahu kao begitu tulus dengan seseorang yang benar – benar mau untuk megisi relung hatimu. Maafkan kesalahanku selama ini. Semoga kao bahagia dengan seseorang yang memilihmu dan yang kao pilih…


Dear Abay…
Hai sobat penaku…apa kabarmu disana. Aku ingin mengucapkan terimakasih kepadamu karena selama ini kao pernah singgah ke hati ini. Walaupun kita hanya seorang sahabat hingga detik ini, Terimakasih karena kao sudah mau menganggapku sebagai sahabatmu, percaya kepadaku, mendengarkan segala keluh kesahku hingga menyimpan semua rahasia – rahasiaku. Seperti apa yang kao bilang, aku benar – benar takut untuk menodai persahabatan kita dengan suatu jalinan tali kasih diantara kita berdua, karena apa ? karena seperti apa yang kao bilang, kao takut dengan kata putus, kao tahu..akupun begitu. Walaupun seseringkali kao pernah menjadi isi tambatan dihatiku, namun aku tidak bisa menghianati persahabatan diantara kita berdua. Aku ingin suatu saat nanti kita bisa bertemu, karena banyak hal yang ingin aku ceritakan kepadamu.

Dear Hasan…
Maafkan aku yang dulu melukaimu. Karena aku tidak bisa mencintaimu. Sekuat tenaga kao mendekatiku dan keluargaku, sesuka mungkin orangtuaku terhadapmu, namun aku tetap tidak bisa membuka hatiku untukmu. Bagiku kao teman yang baik, namun aku tidak akan bisa mengikuti gaya kehidupanmu. Ku mohon agar selama ini kao mengerti…

Dear Bayu…
Dulu ku pernah mengagumimu..Tapi, itu dulu, entahlah saat ini ? hatikupun tak tahu. Mungkin perasaan itu hanya sebatas kagumnya seorang sahabat. Dan saat ini hubungan kita tak seakrab dulu, mungkin ini karena masa-masa SMA berbeda dengan masa kuliah. Kita disibukkan oleh banyak hal, hingga kita tidak bisa menikmati hari lagi dengan tawa canda. Namun, kini kao telah menemukan tambatan hatimu, yang mana tidak jauh dengan yang ada ssekeliling kita, dia adalah sahabatku sendiri. Aku berharap hubungan kalian berdua baik – baik saja. Karena, kebahagiaan kalian adalah kebahagiaanku juga…

Dear Faisal…
Banyak hal yang ingin ku bicarakan sal.. Mungkin tentang perasaan ini,,,aku begitu menyukaimu. Perasaan suka itu muncul ketika 2 tahun yang lalu. Dulu ku begitu menginginkanmu, begitu ingin mengenalmu, apakah kau tahu itu ? kenapa kao terlahir begitu dingin kepada wanita ? bahkan kepada wanita yang begitu menginginkan hatimu ? Mengapa kao tidak memberiku kesempatan sedikitpun selama ini ? Siapa wanita yang kao inginkan di dunia ini ? Aku tak pernah tahu sal…Apakah aku harus menembakmu terlebih dahulu ? Aku harus apa sal ? Aku begitu menyukaimu,,tapi, kenapa hanya perasaan suka ? kenapa tidak cinta ? Dimana perasaan cinta itu berada ? Akupun tak tahu. Berikan aku kesempatan untuk mengatakan hal ini sal, mengatakan tentang perasaan ini. Ku mohon kao mengerti…

Dear Iful
Aku ingin minta maaf, Entahlah,,mungkin hanya kita berdua yang tahu..tak ada hal yang ingin ku ucapkan selain meminta maaf kepadamu. Maafkan aku...
Dear Habiby...
Aku minta maaf !!!! ku mohon kao mengerti. Dan ku mohon jangan salah artikan sebuah pertemanan kita dengan sesuatu hal yang tidak ingin ku nodai...

Dear ka Zul…
Sampai kapan ka’ kao akan bertahan ? sampai kapan juga kao akan menghadapi aku yang seperti ini ? Jauhi aku ka…karna aku hanya kan menyakitimu seperti yang lain.

Dear Ozan…
Sampai sekarang, entahlah apa yang ada di benakku, mungkin hanya aku yang mengetahuinya. Memang sangat mudah mengatakan aku suka. Bahkan mata ini tidak sanggup untuk menatapmu. Kao terlalu suci untuk ku kotori. Maafkan aku…Semoga sesuatu hal yang ku benci tidak terjadi pada kita berdua…

Dear Erya...
Kao adalah Re untukku. Nada tangga Re itu menjadi sebutan di kehidupan cintaku. Selain Azhari, ternyata kaolah yang dapat menaklukkan hati ini. Namun, kini tiada lagi ikatan tali kasih itu. Sebuah jembatan itu putus dengan sendirinya, seolah-olah tidak ada jalan lain selain harus melewati jembatan itu, sampai–sampai kitapun harus mengiyakan takdir ini. Perbedaan, kecemburuan, salah paham menjadi bumbu cinta kita berdua. Terkadang seolah-olah kalimatmu menjadi racun bagiku. Ku harapkao mengerti bahwa semua ini bukanlah seperti yang kao pikirkan. Terimakasih kaaarena kao telah singgah dan mengisi hari-hari selama hidupku ini.

Dear Ilham
Kao dulu begitu magic untukku. Kao Mi yang pernah singgah ke hati ini. Tapi, ternyata aku sadar. Kao seorang Mi yang tidak tulus. Nada tangga Mi menghancurkan kepercayaanku terhadap semua orang. Kepercayaanku sirna ketika  terperangkap kebusukanmu. Begitu sakit pedang itu ketika kao tusukkan ke sanubari hati ini. Simpan saja semua kata maafmu, anggap saja kita tidak saling kenal satu sama lain. Thanks…

Dear Anggi
Kao begitu baik,,dan aku tak ingin menyakitimu seperti mereka yang pernah tersakiti olehku. Maafkan aku, aku tidaklah pantas untukmu. Aku takut kekecewaan itu muncul kembali. Maafkan aku, biarkan aku sendiri…

Dear ka Adit…
Hal yang aku benci adalah harapan palsu, Begitu mudahnya kao permainkan hati ini. Memang aku yang terlalu bodoh. Sampai-sampai begitu tega kao permainkan hati wanita bodoh ini..Kao pergi menjauhiku, seolah-olah aku memang tidak pantas untukmu. Ya,,memang aku sadar. Aku hanya wanita biasa. Yang hanya bisa menulis dan menulis. Menulis sesuatu yang mungkin orang-orang bilang hanya membuang waktu. Tak ada yang bisa dibanggakan dariku. Mungkin wanita sepertiku ini tidak pantas untuk kao cinta. Dan lagi-lagi aku menorehkan kekecewaanku kepada sosok lelaki. Ya, lelaki. Dia adalah Fa yang dengan segenap hatiku, ku coba untuk mencintainya. Namun, semua berbanding terbalik. Sepertinya dari dulu kao memang tidak menginginkanku. Terimakasih telah memberikanku harapan palsu itu. Semoga ini tidak terjadi kepada wanita lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar