23/12/11

Maaf, Gua Benci LOE

Semua telah terjawab guys. Gua gag nyangka bangedh,,bener" gag nyangka aja, seseorang yang dulunya baik ke gua, care ke gua, ternyata sekarang malah sebaliknya. Dia bukan Fa gua, bukan milik gua, dan bahkan dia bukan Fa yang nyata buat gua. Dia mainin perasaan gua, Gua memang bodoh, tapi ini gua,,,ya ini gua,,gua yang terlalu percaya dengan orang lain. Semua seolah-olah baik di mata gua, tapi ternyata begini kejadian na..gua salah nilai orang,,sakit bangedh rasa na. Ngeharapin orang yang telah ngasih kita harapan palsu itu ternyata benar" pahit. Maaf, kali ini gua benar" kecewa, sangadh kecewa, kepercayaan gua ke lu udah tiada arti na lagi. Mungkin ini hak gua buat ngebenci elu. Moga lu bahagia dengan seseorang yang benar" lu pilih.


22/12/11

For My Mom

Ibu..
Aku yang selalu membuatmu sedih,
Aku yang selalu membuatmu cemas,
Aku yang selalu mengecewakanmu..
Sesering mungkin telah ku sakiti hatimu, dan
Sesering pula kau jengkel kepadaku..
Ibu..
Kadang aku terlalu sibuk dengan urusanku sendiri
Hingga ku jarang untuk membantumu di rumah
Kadang ku lupa memberikan kabar ataupun ijin pamit untuk pergi
Hingga kau selalu khawatir bila ku pulang larut malam,
Lalu menelponku dan menanyakan dimana keberadaanku
Kadang ku abaikan semua nasehat-nasehatmu
Hingga suatu hari ku jatuh terpuruk akan kecerobohanku sendiri..
Ibu..
Kadang aku menjadi beban bagimu
Semua yang ku pinta, harus selalu dituruti
Namun, kau selalu sabar menghadapiku
Selalu sabar menghadapi sikap burukku kepadamu
Begitu kuat hati nuranimu
Hingga kau simpan segala sakit itu..
Ibu..
Begitu banyak yang Engkau korbankan
Begitu banyak tenaga yang Engkau buang
Hanya demi kehidupan anak-anakmu..
Ibu..
Ku tak tahu bagaimana ku bisa membalas semua jasa-jasamu
Ku tak tahu bagaimana bila kehidupanku tanpamu
Begitu rapuh hidupku bila kau tak ada disisiku
Ibu..
Engkau penyejuk jiwaku
Cahaya mataku
Kasih sayangmu begitu tulus
Terimalah segulung puisi yang ku ciptakan untukmu, dan
Semungil cake yang murah ini
Walau cake ini murah, namun,
Kasih dan cintaku kepadamu
Tak semurah yang kau bayangkan..
Terimakasih ku ucapkan
Tetaplah bersamaku, hingga akhir menjemputku
I Love U Mom..
U’re My Everythink…

15/12/11

PKL

Guys…
Lama tak bersua,,udah seminggu gag berjumpa yaaa,,hehe
Hmmm,,,udah kangen juga kan denger curhatan gua,..
Kali ini gua mau cerita buaanyyyyyaakkk banged, tapi ya gag banyak” amat juga sihhh !!!! 
Gua barusan pulang dari Desa Damit, ya jadi gini cerita na, seminggu yang lalu gua ama teman-teman kampus gua berangkat PKL yang berada di Desa Damit kecamatan Batu Ampar selama 3 hari, tepatnya pada 8 Desember 2011. Pada bingung ya kenapa semester 3 udah ada PKL ? yaaa, gua gag tau juga sihh, yang pasti mata kuliah Pengetahuan Lingkungan itu gag ada praktikumnya, tapi ya langsung PKL. 
Next è
Selama diperjalanan ya santai aja sih buat ngehadapin di lapangan nanti kaya gimana, cuma fisik aja yang lagi gag tepat, mana malam sebelum keberangkatan, gua benar-benar galau, entahlahh semua campur aduk, bingung juga mau ngejelasinnya, semenjak hape gua hilang, gua jadi kelihatan gag seceria dulu, bukannya gua gag ngikhlasin kepergian hape gua (kaya mati aja hapenya), Tapi gag tau kenapa hari-hari gua gag seindah dulu yang selalu ditemani oleh my handphone 
Ahhhh, sudahlah..
Next è
Sesampai ditempat (balai desa), kami beristirahat bentar, kemudian makan malam, kebetulan kami nyampenya malam hari. Setelah makan, kamipun di briefing sebentar, kebetulan juga asdos bayangan kami kak Ningsih, syukurlah !!!! Setelah di briefing, pada malam itu juga kami langsung wawancara ke rumah warga. Alhamdulillah hal seperti ini pernah gua alamin ketika gua penyegaran lapangan di PIK. Gua miris liat keadaan rumah Bu Bayem (responden gua) tapi ya keadaan rumah penduduk di desa rata-rata ya begitu, dan harusnya gua bersyukur karena gua dibesarkan di keluarga yang berkecukupan. Mereka sangat welcome atas kedatangan kami, warga di desa sangatlah friendly. Rasanya pengen banged tinggal di desa itu bersama mereka.
Setelah pulang dari rumah responden kamipun balik lagi ke balai untuk meanalisis. Setelah menganalisis dan d acc kak Ningsih, kamipun di briefing kembali untuk kegiatan besog hari. Setelah itu barulah kami dipersilahkan untuk beristirahat di rumah masing-masing (nginap di rumah warga). Dan sayangnya kami (kelompok 7,8,9) ditempatkan di rumah yang bagi kami surrraaaaammmm banged dari rumah kelompok yang lain >,<. Tapi, ya gpp lah, apa boleh buat, terima aja, masih mending lah bisa tidur di rumah warga dibanding tidur di emperan jalan…#alay
Zlebhhhh*
Njdhefgfbif.hefgirefhgkhf.ighrighdkbgfkighifrgbkervbrigerhkhgdksbdkghbergsbhfdlvhfvfkkfhgfihgdlnidridbhdmodrogjldkrhkrighrxnjorpehrnn 
Mati lampu pemirsa !!!!!!!!!!! (kasian tuh lampu, gag ada yang mau nguburin) #ehhh
Mana di rumah sendirian lagi,,,gag enak bangedhhh tau gag sih sendirian,,,bonyok pada pergi ke Surabaya, terus ke Jakarta, terus ke jogja,,kapan pulangnya ?????????? gua bête banged, dan untunglah gag nyampe 5 menit lampu nyala kembali. 
Next è
Gua serumah dengan Anty, Gina, Dina (kebetuan mereka satu kelompok dengan gua, yakni kelompok 8B) kemudian ada Fizah nd Dhevi dari kelompok 8A (mereka satu grup dengan kami berlima yang ada di kelompok 8B) Lalu ada Mela, Dhanie, Lusi, Vera, Inay, Anaby, Atie, Ninis, Ais, Ifit, Nisa, Dessy, nd Ocha. Gua dan teman-teman gua di rumah itu bisa belajar hidup dengan sederhana, hubungan diantara kamipun selama 3 hari itu bisa dibilang seperti keluarga, yang saling menopang, saling membantu, bekerja sama, berbagi cerita dan pengalaman, canda tawa dll.
Next è
Sebening tetesan embun pagipun membangunkan kami semua. Pagi-pagi buta sekali kami bergegas untuk mandi karena pukul 07.30 kami sudah harus berada di balai. Setelah sarapan pagi, kamipun bersama-sama menapaki dan menelusuri jalan yang ada di desa itu, pertama kami ke PASAR..kami perkelompok harus mewawancarai para pedagang yang ada di pasar dan yang di toko, kemudian lanjut ke SAWAH, subhanaallah pemandangan di sana begitu indah, coba tebak kami disana ngapain hayooo ???? ………………………. *salah* masa kami mewawancarai padi,,,ya gag lah (ngomong sendiri), kami disana disuruh bikin 3 plot yang ukurannya 1 x 1 M guys,,,terus disuruh menghitung berapa spesies tiap masing-masing plot, kemudian nyari hewan yang terdapat di dalam plot di sawah itu tadi, kemudian gag lupa juga buat ngambil air sampel sawahnya, benar-benar menyenangkan guys…baru pertama kali na,,,baru sekali seumur hidup menginjakkan kaki secara langsung turun ke sawah. Pengalaman* Panas - panas,, bikin plot,,meghitung panjang lebar na sawah,,wah lengkap deh,,kaya jadi orang sawah beneran. Tak lupa juga menyempatkan untuk berfoto-foto ria with my group (8 A & B : Gua, gina, anti, dina, anggi, fizah, dhevi, iin, ariya, notto nd kakak asdos tersayang kak ningsih)^^. Kemudian, wawancara di sekitar sawah, mewawancarai penduduk sekitar sawah tentang pengetahuan mereka sekitar tanaman yang mereka tanam. Setelah selesai, barulah kami diperbolehkan untuk kembali ke balai.
Karena hari itu hari jum’at, dimana para lelaki menunaikan ibadah sholat jum’at, jadinya penelitian dilanjutkan ba’da dzuhur. Fiuhhhh..akhirnya istirahat juga deh ke balai,,,
Tapi, ternyata tidakkkkkk…wewwww# 
Waktu kami semua nyampe balai, tiba-tiba aja dosen kami (Pa’Dhar) teriakkk…”apa-apaan kalian ini, semua salah, sampel yang kalian ambil gag ada yang beres, semua salah,,,semua ULANG, buang semua tanaman yang tadi kalian ambil, semua dibuang, ULANG,,,10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2………” Gila gag sih guys,,pada gelagapan semua, dag dig dug derrr….gua lari setengah mamposss *alayhim. Tanaman yang kami bawa menurut gua udah memenuhi kriteria Pa’Dhar, kenapa jadi di anggap salah ? hedehh. Kami harus mengambil sampel tanaman sebanyak 15 jenis spesies yang berbeda, dan menurut gua yang tadi kami ambil udah banyak kok =_=. Huhhh,,sepertinya kembali ke pasal 1, dosen selalu benar !!!
Dan akhirnya kamipun menelusuri perumahan yang ada disekitar balai, kemudian wawancara kembali, dan meminta ijin untuk minta tanaman mereka untuk dijadikan sampel. Dan Alhamdulillah banged, rezeki emang gag kemana, kami diberi ampalam, mangga dll oleh pemilik rumah. Terimakasih pak, bu 
Next è
Setelah menganalisis data tadi, makan – sholat nd blablabla,,kemudian lanjut lagi ke KEBUN SAWIT & KARET, sekitar 6 kilo guys jalan kaki untuk nyampe ke kebun itu. Entahlah memakan waktu berapa jam. Yang pasti air keringat ditubuh sangatlah terkuras. Tak ada mendung dan tak ada hujan, seolah-olah hanya panas yang tersisa di muka bumi ini. Sepertinya disini yang paling susah, karena ribet menghitung pohon na itu loh guys..mana bikin plot dengan ukuran 5 x 5 M…*terima nasib jadi anak biologi* Dan disini lebih terasa kerjasama na, saling membantu, saling mengerti dan menyatukan persepsi.
Lanjut lagi jalan kaki ke TAMBANG….
Kali ini, gua yang jadi leader, karena anggi mulu yang dari tadi dapat jatah leader, rolling*. ^^ Apeesss banged tau gag sih dapat nomor 8A, apa bedanya coba,,,padahal kan kami dari kelompok 8 kenapa harus dapat nomor 8 lagi,,jadi ke ujung deh penelitian tambang na. Ya gpp lah..terima aja !!!!! Di daerah tambang bagus banged pemandangannya, ada danau na juga,,disana kami puas”in buadh berpoto ria. Oh yaaa ada tragedy juga guys,,si Mimin,,biasa lah dia,,susah juga ngejelasinnya gimana, yang pasti bikin bulu kuduk ini merinding. Hiiiiiiiiiiiiiiiii ><
Setelah selesai, kamipun kembali ke TKP. Dipertengahan jalan si Gina (teman kelompok gua) liuttt,,alias udah gag kuat lagi jalan, kasihan dia,,,sampai pingsan segala lagi. Mana anak-anak yang lain udah pada jalan duluan didepan, untunglah ada Chandra dkk.
Next è
Pukul 19.30 kami semua harus ada di balai, dan pada malam itu juga kami lembur untuk menganalisis. Wewww* asek – asekkkk.
Ada tragedy lagi pemirsa, si Arya terus si Anggi juga,,kenapa jadi berhawa mistik sih di kelompok gua. Gua jadi merinding liat mereka. Tapi ya emang ngeri sih disekitar balai, tapi ya gua biasa-biasa aja tuh, gag terlalu gimaaaannaaaa getho !!!. Allah beside me^^
Makan malam udah, sekarang waktunya kami menganalisis data yang seabrek tadi,,wuidihhhh banyak amittttt….ribet ngitung na, apalagi yang di sawah, hampir 2jam-n gag selesai”, untunglah berbagi ngerjakan na, ya jelaslah harus berbagi, kan harus kompak, gag boleh ada yang nganggur !!!!. Dan lebih saktinya lagi, Pa’Dhar itu hebat bangeddh, gua salut ama tuh dosen. Masa ya, baru ngeraba” tanaman, lalu ngendus” bau na aja, udah tau nama latin dari spesies tanaman yang kami bawa. Dasar ahli botani banged deh poko na. Kagum gua !!!!
Hari udah gelap banged, sepertiga malam kami masih dibalai, menganalisis. Sebelum analisis di acc, kami belum boleh balik ke rumah dulu, padahal ne mata udah bolliwat (bola mata lima watt). Tapi, mata ini gag bisa terpejam, gag tau kenapa, Oh ya, pada malam itu gua juga sempat bikin puisi buat anak-anak. Iyaaa,,,buat teman – teman semua, teman seperjuangan. Mau baca puisi buatan gua ??? baiklahhh,,,
Malam kian larut
Awan menggumpal hitam pekat
Semilir angin menyibakkan helaian rambut
Membuatku hening…
Tubuh terasa kaku
Dinginpun tak dapat ku rasakan
Semua seperti biasa
Datar…
Tapi, berbeda dengan moment ini
Moment ini tidaklah datar
Sehamparan malam ini tetap ku nikmati
Bersama lembaran kertas dan nyawa kalian
Disini kita bersama
Bekerja sama, saling membantu
Menopang dalam segala hal
Menyatukan persepsi diantara kita…
Pulpen yang menari
Bahkan seluruh tubuh
Menjadi saksi kebersamaan kita
Di desa tercinta, Desa Damit…

Malam itu akan menjadi malam terakhir di desa damit, dan yang pasti gua akan sangat merindukan moment – moment kita yang seperti ini, tidur bareng, mandi bareng, makan bareng, canda tawa bareng, sangkal bareng, kipuh bareng, sakit bareng, jalan bareng poto bareng, bekerja sama, saling membantu, dan masih banyak lagi. Gua luangkan waktu di tengah kesibukan kita pada malam itu, This poetry, especially for my all friend…
Zlebhhhh* tertidur
(guring mati)
Keesokan paginya…
Lanjut lagi ke danau…
Bagus banged pemandangan na,,,tapi sayang camdig gua mati, hugs,,, dan menurut gua praktikum disini yang melelahkan, soal na tenaga dan pikiran gua udah low banged,,tp ya gpp lah,,tetap semangadh,,,setelah selesai bikin plot yang super amat ribet kamipun meanalisis. Sumpah deh, gua kalo di suruh pilih bikin plot apa bikin puisi, ya gua milih bikin puisi dong,,,praktikum di alam ternyata gag segampang yang gua pikirkan, butuh ketelatenan dan kesabaran yang kuat. Tak lupa juga berpoto”ria with Gina dkk.^^ 
Pulang ke balaiiii, ada tragedy lagi,,yah susah juga ngejelasinnya,,males juga ngebahas soal itu. 
Kami pulang ke Bjm gag naik bis Unlam lagi guys,,seddih#
Melainkan pake motor col..yah panjang cerita na jadi turun jabatan githu, gag usah tau ya tentang hal itu, yang pasti gua sekarang udah balik ke istana tercinta,,disini bersama kaliannn…!!! 
Buat teman – teman thanks atas bantuan dan kerjasama na selama PKL,,sampai ketemu PKL 2 tahun lagi yaaa =))














With Gina =)


With Gina nd Ifit =)


Anti, Anggi, Dina nd Gina (teman sekelompok) curang,,aku yg moto,,aku jadi gag eksis


Baru pertama kali na gua nginjakkan kaki ke sawah,,=)








07/12/11

Thanks God

Sebening shubuh telah membukakan mataku
Dari kegelapan dan keheningannya malam
Semua telah terjawab
Satu – persatu Engkau jawab pertanyaanku tadi malam
Memang tak ada yang ku rahasiakan dari-Mu
Hanya Engkau yang mengetahuinya…
Jawaban-Mu menjadi embun di pelupuk mataku
Sketsa hati ini telah Kau rangkai
Agar Kau dengar kalimat – kalimat batinku
Menitik air berjatuhan
Membasahi seluruh tubuh bahkan ruang istanaku
Itulah yang Kau saksikan…
Engkau baca kalimat kalbu di lembaran bukuku
Engkau tolong aku, dan Engkau jaga hatiku
Kau tak pernah marah
Kau bukakan pintu maaf bagiku ketika ku berontak
Kadang kata – kata hilang tersembunyi
Hingga ku tak dapat menulis perasaan yang terkunci
Namun, dibalik semua itu Engkau mengetahuinya
Terimakasih karena Kau telah meluangkan waktu
Untuk membalas suratku
Kini tetaplah berada di sampingku
Menjaga, menyayangi dan Mengasihiku selalu…

Surat Untuk Tuhan

Tuhan, mengapa semua ini terjadi padaku..
Mengapa semua ini Engkau limpahkan padaku..
Mengapa Engkau selalu memberikanku ujian..
Seberapa besarkah dosaku..
Hingga Engkau begitu tega memberikanku bertubi-tubi masalah...
Masalah yang menghancurkan imanku...
Membuatku putus asa...
Membuatku tak berdaya menjalaninya...
Hidupku tak pernah Engkau berikan kebahagiaan yang tulus
Benarkah Engkau menyayangiku ? Mengasihiku ?
Engkau maha pengasih lagi maha penyayang...
Tapi,mengapa semua ujian-Mu ini terasa berat untukku jalani???
Sehina apa aku dimata-Mu Ya Tuhan ???
Hingga,kalimat-kalimat negative selalu terarah padaku...
Selalu menghantuiku, hingga membuatku terjatuh...
Terjatuh lebih dalam, hingga membanjiri istanaku sendiri...
Mengapa semua orang menyalahkanku ?
Mengapa mereka menganggapku sampah yang tak bermanfaat ?
Bahkan kedua orangtua-ku selalu meyalahkanku...
Apa benar aku hanya seonggok sampah. Yang
Tak bernilai apa – apa di mata mereka ???
Tuhan...
Mengapa Engkau ciptakan aku ke dunia ini ?
Aku bisa apa ?
Aku tak bisa apa – apa...
Aku hanya bisa mengeluh dan bahkan menyalahkan diriku sendiri...
Mengapa aku tak bisa membuat mereka bangga ?
Bahkan di mata kedua orangtuaku-pun
Aku selalu salah di mata mereka...
Aku lemah ketika kalimat negative itu terlontarkan kepadaku...
Seburuk apa aku di mata mereka ?
Hingga cerminpun tak mampu untuk menjawabnya...

Tuhan...
Disini aku sendiri...
Seluruh tubuh ini basah...
Bahkan aku hampir tenggelam dalam istanaku sendiri...
Aku menunggu jawaban pertanyaanku ini ya Tuhan...
Tuhan...
Aku mohon kepadamu...
Balaslah surat ini untukku...
Hanya untukku...
Kelak ketika sebelum ku pulang nanti
Balasan surat dari-Mu telah ku terima...
Sekalipun itu hanya bisikan senandung-Mu